Kegiatan Diskusi Pemuda Bicara dalam Refleksi Akhir Tahun 2024 dihadiri oleh seluruh Organisasi Kepemudaan atau Komunitas yang berkaitan. Acara tersebut dihadiri dan didahului sambutannya oleh Bapak Dr. Amar Ahmad, M.Si, selaku Asisten Deputi Organisasi Kepemudaan dan Kepramukaan, lalu dibuka dengan penyampaian materi oleh Bapak Dr. Raden Isnanta, M.Pd, dan Bapak Venno Tetelepta, S.Kom., M.Si, kemudian dilanjutkan dengan adanya sesi tanya jawab dengan peserta dari seluruh Organisasi Kepemudaan.
Penyampaian materi pertama oleh Bapak Dr. Raden Isnanta, M.Pd, selaku Deputi Bidang Pengembangan Pemuda mengenai Evaluasi Implementasi Layanan Kepemudaan 2024. Bahwasanya tren Indeks Pembangunan Pemuda hanya meningkat sebesar satu poin pada tahun sebelumnya yaitu 2022 dari 55, 33 menjadi 56,33 pada tahun 2023. Provinsi dengan nilai Indeks Pembangunan Pemuda terbaik pada tahun 2023 adalah Daerah Istimewa Yogyakarta dengan 73,33, Bali dengan 62,67, Aceh dengan 60,00, Sulawesi Tengah dengan 60,00, dan Kalimantan Timur dengan 59,17.
Evaluasi nya adalah program dan rencana aksi belum masif menyentuh 64 juta pemuda, koordinasi lintas sektor belum optimal baik internal Kemenpora maupun antar Kementerian Negara / Lembaga, terlebih koordinasi di tingkat provinsi maupun kabupaten atau kota, selain itu belum tuntasnya payung hukum terkait layanan kepemudaan, contohnya DBKN, RAD, RAN, dan lain sebagainya, serta sosialisasi dan advokasi belum meluas ke stakeholder pusat maupun daerah.
Berdasarkan sumber dari Kemenpora, 2024 bahwa domain Pendidikan Indeks Pembangunan Pemuda tahun 2023 dengan indikator-indikator nya berupa Rata-Rata Lama Sekolah, APK Sekolah Menengah, dan APK Perguruan Tinggi. Nilai tertinggi Indeks Pembangunan Pemuda domain Pendidikan berada di Provinsi DIY sebesar 90,00 sedangkan yang terendah adalah di Provinsi Papua sebesar 53,33.
Selain itu adanya domain Kesehatan dan Kesejahteraan Indeks Pembangunan Pemuda dengan indikator-indikatornya berupa Angka Kesakitan Pemuda, Persentase Pemuda Korban Kejahatan, Persentase Pemuda Yang Merokok, Persentase Remaja Perempuan yang sedang hamil. Provinsi Papua dan Kalimantan Timur menjadi provinsi dengan nilai Indeks Pembangunan Pemuda domain kesehatan dan kesejahteraan tertinggi yaitu 82,5.
Kemudian domain Lapangan dan Kesempatan Kerja dengan indikator-indikatornya berupa Persentase Pemuda Wirausaha Kerah Putih dan TPT Pemuda. Indeks Pembangunan Pemuda domain Lapangan dan Kesempatan Kerja dari sisi nilai terendah terpusat pada wilayah Indonesia bagian timur yaitu Maluku Utara, Maluku, Papua, dan Papua Barat. Adanya domain Partisipasi dan Kepemimpinan dengan indikator-indikatornya berupa Persentase Pemuda yang Mengikuti Kegiatan Sosial Kemasyarakatan, Persentase Pemuda yang Aktif dalam Kegiatan Organisasi, dan Persentase Pemuda yang Memberikan Saran atau Pendapat dalam Rapat. Indeks Pembangunan Pemuda domain Partisipasi dan Kepemimpinan tertinggi ada di Provinsi DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta) di 60,00, dan terendah ada di DKI Jakarta di 20,00.
Yang terakhir ada domain Gender dan Diskriminasi dengan indikator-indikator berupa Angka Perkawinan Usia Anak, Persentase Pemuda Perempuan yang sedang Menempuh Pendidikan Tingkat SMA Ke Atas, dan Persentase Pemuda Perempuan yang Bekerja di Sektor Formal. Nilai Indeks Pembangunan Pemuda domain Gender dan Diskriminasi dengan klasifikasi tinggi hanya di Provinsi Sumatera Barat, DKI Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Nusa Tenggara Barat, dan Kalimantan Timur.
Pepelingasih, berbakti untuk negeri 🌱
Tags
BICARA PEMUDA